Persepsi Wajib Pajak Dan Pelaksanaan Sistem Self Assessment Dengan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Perseorangan Pada Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat

Sri Suyati

Abstract


Abtrak

Fungsi utama pajak adalah sebagai sumber keuangan Negara (Budgetair) dan alat pengatur Negara (Reguler). Terdapat perbedaan prinsip antara system perpajakan sebelum taxreform dengan system perpajakan sekarang. Hal tersebut disebabkan diubahnya Sistem Offisial Assessment dengan Sistem Self Assessment. Melalui pelaksanaan system Self Assessment diharapkan administasi perpajak dapat dilaksanakan dengan lebih rapi,terkendali,sederhana dan mudah dipahami oleh anggota masyarakat wajib pajak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi Wajib Pajak dan Pelaksanaan system Self Assessment dengan tingkat kepatuhan Wajib Pajak perseorangan pada Kantor Pelayanan pajak Semarang Barat.Populasi yang dijadikan obyek adalah seluruh Wajib Pajak Perseorangan yaitu sebesar 11.139 Orang (per Maret 2012).Jumlah sampel yang diambil sebesar 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah cara undian. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas korelasi Rank Spearman,korelasi Kendall W dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan masalah yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Terdapat hubungan yang positip antara Persepsi Wajib Pajak (X1) dengan tingkat kepatuhan

Wajib Pajak Perseorangan (Y)

2. Terdapat hubungan yang positip antara Pelaksanaan Sistem Self Assessment (X2) dengan

tingkat kepatuhan Wajib Pajak Perseorangan (Y)

3. Terdapat hubungan yang positip antara Persepsi Wajib Pajak (X1) dan Pelaksanaan Sistem Self Assessment (X2) dengan tingkat kepatuhan Wajib Pajak Perseorangan (Y)

Kata Kunci : Persepsi Wajib Pajak, System Self Assessment,Kepatuhan

 

Abstract

The main function is as a source of finance tax state (budgetair) and State regulating device (Regular). There is a difference in principle between the taxation system before taxreform the current taxation system. This was due transforms offisial Assessment System with Self Assessment System. Through the implementation of the Self Assessment system is expected to be implemented by the administration perpajak more orderly, controlled, simple and easily understood by members of the public taxpayerThe purpose of this research was to determine the perception and implementation Taxpayer Self Assessment system to the level of individual taxpayer compliance in West Semarang Tax Service Office ..Population is used as the object of all Individual Taxpayer is equal11,139 people (as of March 2012). Samples are taken by 100 people. The sampling technique used is random sampling. The method used for sampling is a way of lottery. Analysis tools used in this research is to test the validity of the Spearman rank correlation, correlation Kendall W and hypothesis testingBased on the research and discussion of issues that have been done can be summed up as follows:

 1. There is a positive relationship between the perception of the taxpayer (X1) with an Individual Taxpayer compliance rate (Y)

2. There is a positive relationship between the implementation of Self Assessment System (X2) with an Individual Taxpayer compliance rate (Y)

3. There is a positive relationship between the perception of the taxpayer (X1) and Implementation of Self Assessment System (X2) with an Individual Taxpayer compliance rate (Y)

Keywords: Taxpayers Perception, Self Assessment System, Compliance

 




DOI: http://dx.doi.org/10.24856/mem.v28i2.213

Article Metrics

Abstract view : 494 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Media Ekonomi dan Manajemen



View My Stats

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.