DAYA DUKUNG TANAH BERDASAR PENGUJIAN BEBAN STATIS VERSUS UJI SONDIR (TEORI BAGEMANN)

bambang widodo

Sari


Tanah dalam ilmu Teknik Sipil mempunyai peranan penting dalam setiap perencanaan bangunan, baik itu untuk bangunan gedung maupun konstruksi bangunan lainnya yang berdiri di atas tanah.Dua hal yang harus diperhatikan sebelum perencanaan pondasi suatu bangunan adalah daya dukung tanah. Pertama adalah apakah tanah yang bersangkutan cukup kuat untuk menahan beban pondasi tanpa terjadi keruntuhan akibat tegangan geser (shear failure), dan yang kedua adalah penurunan yang akan terjadi. Daya dukung tanah dapat diketahui dengan melakukan pengujian di laboratorium maupun melakukan pengujian di lapangan langsung. Daya dukung tanah dapat diketahui dengan pengujian di lapangan dengan melakukan pengujian sondir. Banyak teori untuk mengetahui daya dukung tanah, salah satunya adalah teori Bagemaann dengan menghitung daya dukung tanah berdasar data sondir.

Penelitian ini mengemukaan cara praktis dalam mencari daya dukung tanah di lapangan. Metoda yang dilakukan adalah membuat kondsi tanah sehingga relatif homogen, kemudian dilakukan pengujian dengan memberikan beban pada luasan batang baja diameter 16 mm sehingga tanah runtuh. Pada titik yang berdekatan dengan uji beban statis tersebut  dilakukan uji sondir yang diperlukan untuk analisis daya dukung dengan teori Bagemann.

Hasil pengujian memberikan nilai perbandingan antaar daya dukung ultimate berdasar beban statis dengan teori Bagemann, rata rata  sebesar 4,16.


Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 264 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.