Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Variabel Situasi terhadap Ambiguitas Peran dan Konflik Peran dalam Organisasi di Semarang

Jaluanto.SPT, SE, MCom Tyoso

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh kepemimpinan model kontigensi (Fiedler) terhadap peran kedwiartian, dan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruhnya terhadap peran konflik. Pada satu sisi, yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya, melainkan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan. Kemudian, efektivitas kepemimpinannya tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang. Pada sisi lainnya, sering terjadi konflik antar atasan dengan bawahan maupun bawahan dengan sesamanya, bahkan mereka konflik terhadap tugas yang dijalankannya. Untuk dapat mengatasi konflik-konflik [ambiguitas peran dan konflik peran] yang timbul,  pemimpin dapat memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya tentang kondisi - kondisi penting yang diinginkan, yang menurut persepsi masing - masing harus dipenuhi dengan pemanfaatan berbagai sumber daya dan dana yang tersedia.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan survei dengan sampel 205 responden dari beberapa organisasi swasta dan publik. Analisis inferensial menggunakan regresi berganda dengan sarana SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat kepemimpinan dan variable situasi mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap ambiguitas peran. Sedangkan, sifat kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap konflik peran, sementara itu,  variable situasi mempunyai pengaruh negative terhadap konflik peran. Pada bagian akhir penelitian ini riset kepemimpinan yang akan datang dan implikasi manajerial juga disampaikan pada penelitian ini

Keywords


kepemimpinan, variabel situasi, ambiguitas peran, konflik peran, efektivitas kepemimpinan

Article Metrics

Abstract view : 500 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.