LEGAL CONCEPTUALISM OF FOREIGN CITIZENS AS APPLICANTS FOR THE RIGHT TO MATERIAL EXAMINATION

Muhammad Fauzan, Tiara Alfarissa

Abstract


One of the powers possessed by the Supreme Court of the Republic of Indonesia is the right of judicial review. Applicants who can apply for the right of judicial review are only Indonesian citizens, indigenous peoples, and civil legal entities. This makes foreign nationals do not have the right to apply for judicial review rights. From this, the researcher raises two problem formulations, namely 1) how are the rights of foreign citizens in reviewing statutory regulations under the law against the law as the fulfillment of human rights in Indonesia; and 2) what is the conceptualism of the legal standing of foreign citizens as applicants in cases of judicial review rights in Indonesia. The results of the research found that granting rights to foreigners in making requests for judicial review to the Supreme Court included granting the right to freedom of expression and the right to a decent life in the country of residence which is a form of upholding human rights. The concept of granting legal standing to foreigners is given only to statutory regulations governing foreigners so that this can limit the right of foreigners to become applicants through amendments to the Supreme Court Law.


Keywords


Legal Standing; The Rights of Material Examination; Foreign Citizens; Human Rights.

Full Text:

PDF

References


Aji, M.P. (2022). Sistem Keamanan Siber dan Kedaulatan Data di Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Politik (Studi kasus Perlindungan Data Pribadi) Cyber Security System and Data Sovereignty in Indonesia in Political Economic Perspective (Case Study of Personal Data Protection). Politica, 13(2): 232.

Andini, S.D. (2022). Universalisme dan Relativisme Budaya dalam penegakan HAM Terhadap kasus Kerangkeng Manusia dan Perbudakan Modern. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 5(2): 332.

Ansori, L. (2020). Legal Drafitng: Teori dan praktik Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan. Depok: Rajawali Pers.

Anwar, A. (2011). Legal Standing Pemohon Berkewarganegaraan Asing untuk Memohon Pengujian Undang-Undang terhadap UUD 1945 pada Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 3(1): 13.

Asshiddiqie, J. (2005). Model-Model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara. (Jakarta: Konpress).

Asshiddiqie, J. (2009). Green Constitution: Nuansa Hijau Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Rajawali Press.

Azmi, M.R. (2019). Dinamika Perubahan Konstitusi Melalui Kebiasaan Ketatanegaraan dan Putusan Hakim. Jurnal Cahaya Keadilan, 7(2): 384.

Basuki, U. (2018). HAM, Islam dan Konstitusi: Mengkaji Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Islam dalam UUD 1945. Tanjungpura Law Journal, 2(1): 64.

Deklarasi HAM

Dharmawan, N.K.S. (2014). Relevansi Hak Kekayaan Intelektual dengan Hak Asasi Manusia Generasi Kedua. Jurnal Dinamika Hukum, 14(3): 519.

Doni Silalahi, S. A. (2016). Kewenangan Yudisial Review Mahkamah Agung Terhadap Peraturan Perundang-Undangan di Bawah Undang-Undang. Jurnal Nestor Magister Hukum, 3(3): 209848.

Fachruddin, I. (2004). Pengawasan Peradilan Administrasi terhadap Tindakan Pemerintah. Bandung: Alumni.

Fauzan, M. (2022). Perluasan Kewenangan Hakim dalam Pengeksekusian Putusan Peradilan Tata Usaha Negara dan Relevansinya dengan Sila Ke-5 Pancasila, dalam Book Chapter Eksistensi Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital Society 5.0 Melalui Semangat Bela Negara. Bogor: Idemedia Pustaka Utama.

Hariri, A., Rahayu, L.P., Utami, C.B., Firman, E., & Hidayat, N.A. (2021). State Responsibility fot the Fulfillment of the Right to Indonesia Citizen Health Constitutional Perspective. Proceedings of the 2nd International Conference on Law Reform (INCLAIR 2021). Netherlands: Atlantic Press, hlm.164.

Harjono. (2008). Konstitusi sebagai Rumah Pemikiran Hukum Dr. Harjono, S.H., M.C.L Wakil Ketua MK. (Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi).

Hidayat, E. (2016). Perlindungan Hak Asasi manusia dalam Negara Hukum Indonesia. ASAS Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 8(2): 83.

Hingorani, R.C. (1982). Modern International Law Second Edition. New Delhi: Oxford & IBH Publishing Co. Kusumaatmadja, M. (2015). Pengantar Hukum Internasional. Cet. 5. Bandung: Alumni.

Isra, S. (2015). Titik Singgung Wewenang Mahkamah Agung dengan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Hukum dan Peradilan, 4(1): 18.

Kosasih, A., Kenedi, J., & Mahdi, I. (2017). Dinamika Hukum Administrasi Indonesia Mengenal Konstruksi Baru Hukum Administrasi Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Bengkulu: Vanda.

Lee, E.T., & Ellis, J.M. (2012). The Standing Doctrine’s Dirty Little Secret. Northwestern University Law Review, 107(1): 185.

Marzuki, P.M. (2005). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. (JakartaL Kencana Prenada Media Group).

Mertokusumo, S. (1981). Hukum Acara Perdata Indonesia cet. ke-3. (Yogyakarta: Liberty, 1981).

Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.

Nugraha, X., Izzaty, R., & Anira, A. (2020). Constitutional Review di Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 48/PUU-IX/2011: Dari Negative Legislator Menjadi Positive Legislator. Rechtsidee, 15(1): 2.

Nugroho, H.P. (2021). Etikolegal Hal Menolak Perawatan Pada Masa Pandemi: Pertentangan Hak Individu dan Masyarakat. Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia, 1(1): 41.

Nurdiansah, M.A. (2023). Penerapan Kebijakan Komutasi Pidana Mati Pada RKUHP Dalam Perspektif Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(1): 22.

Passaglia, P. (2016). Making a Centralized System of Judicial Review Coexist with Decentralized Guardians of the Constitution: The Italian Way. The Italian Law Journal, 2(2): 408.

Perwira, I. (2014). Memahami Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia. Jurnal ELSAM, hlm. 8.

Qanar, N. (2012). Kewenangan Judicial Review Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 1(1): 11.

Rahmah, I.F., Triningsih, A., Harumdani, A., & Kurniawan, N. (2011). Dasar Pertimbangan Yuridis Kedudukan Hukum (Legal Standing) Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Proses Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 8(5): 5 – 6.

Ramadhan, F., Efendi, S., & Rafiqi, I.D. (2022). Penentuan Jenis Produk Hukum dalam pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung (kajian Terhadap Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Agung 28/P/HUM/2018) (Determination of Types Legal products in Implementation of The Jurisdiction Supreme Court Material Testing Rights: The Study of Follow Up on Supreme Court Decisions 28P/HUM/2018). Jurnal RechtsVinding, 11(1): 56. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/850/289

Ridwan HR. (2020). Hukum Administrasi Negara Cet. 16. Depok: Rajagrafindo Persada.

Rosenkranz, N.Q. (2010). The Subjects of The Constitution. Stanford Law Review, 62(5): 1240.

Salim, A., & Suyadi, A. (2020). Hak Politik Individual Pra dan Pasca Menjadi Narapidana Dalam Sistem Ketatanegaraan. Rechtsregel Jurnal Ilmu Hukum, 3(1): 3.

Samekto, F.X.A. (2019). Menelusuri Akar Pemikiran Hans Kelsen Tentang Stufenbeautheorie dalam Pendekatan Normatif-Filosofis. Jurnal Hukum Progresif, 7(1): 9.

Sari, R.K., & Budoyo, S. (2019). Perkembangan pengaturan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Hukum di Indonesia. Jurnal Meta-Yuridis, 2(1): 94.

Setiadi, W. (2022). Ilmu & Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: Damera Press.

Sharaningtyas, Y.N. (2016). Gugatan Warga Negara (Citizen Law Suit) dan Justiciability Pemenuhan Hak Atas Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat. Kertha Patrika, 38(1): 40.

Siahaan, M. (2009). Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Konstitusi. Jurnal Hukum, 16(3): 359.

Sodikin. (2019). Gagasan Kedaulatan Lingkungan dalam Konstitusi dan Implementasinya dalam Pelestarian Lingkungan Hidup. Masalah-Masalah Hukum, 48(3): 296.

Soekanto, S., & Mahmudji, S. (2003). Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tujuan Singkat. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Syamsuddin, A. (2021). Proses & Teknik Penyusunan Undang-Undang Edisi Ke-3. Jakarta: Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Tim Penyusun Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. (2010). Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4316) yang terakhir kali diubah oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4958).

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana terakhir kali telah diubah pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5601).

Van Wijk, H.D., & Konijnenbelt, W. (1995). Hoofdstukken van Administratief Recht. Vuga: s Gravenhage.

Wiradipradja, E.S. (2015). Penuntun Praktis Metode Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Hukum. Bandung: Keni Media.

Yuhdi, M. (2016. Pergeseran Konsep Kedaulatan Rakyat Pasca Perubahan UUD NRI 1945. Maksigama Jurnal Hukum, 19(1): 27.

Yusa, I.G., Sudibya, K.P., Aryani, N.M., & Hermanto, B. (2018). Gagasan Pemberian Legal Standing bagi Warga Negara Asing dalam Constitutional Review. Jurnal Konstitusi, 15(4): 762 – 763.




DOI: http://dx.doi.org/10.56444/ulrev.v7i1.3437

Article Metrics

Abstract view : 337 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
View