Violation of the Constitutional Rights of the Ahmadiyah Manis Lor Congregation in the Perspective of Freedom of Religion

Jaedin - Jaedin, Rahayu Rahayu, Yunanto Yunanto

Sari


This study examines violations of the constitutional rights of the Indonesian Ahmadiyya Congregation (JAI) in Manis Lor, Kuningan, particularly in terms of administrative aspects of marriage and freedom of religion. The main issues are restrictions on religious activities and obstacles to marriage registration, which result in discrimination against the basic rights of the congregation. These violations range from restrictions on activities, intolerance in the form of rejection by civil society, and human rights violations in the form of government intervention. The research used a normative legal method with a legislative and conceptual approach, looking at empirical facts in the field, as well as John Rawls' analysis of justice as fairness to assess the principles of equality and legal justice. The results of the study show that regional policies such as Kuningan Regent Decree No. 451.7/KEP.58-Pem. Um/2004 and Circular Letter No. 300/477-Kesbangpol/2005, and West Java Governor Regulation No. 12 of 201, Letter No. 200.1.4.3/4697/BKBP and Letter No. 200.1.4.3/4666/ BKBP prohibiting and restricting Ahmadiyah activities that contradict Article 27 paragraph (1), Article 28D paragraph (1), Article 28E paragraphs (1)-(2), and Article 29 paragraph (2) of the 1945 Constitution, which guarantee freedom of religion and equality before the law. Therefore, the Supreme Court and the Administrative Court (PTUN) as judicial institutions under its authority must revoke and annul the regulation. The study recommends the revocation of this discriminatory policy and the harmonization of local regulations with the 1945 Constitution and Law No. 39 of 1999 on Human Rights, so that the principles of constitutional justice and freedom of religion can be realized in Kuningan Regency

Kata Kunci


Ahmadiyya Congregation, constitutional rights, freedom of religion, legal justice, discrimination.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Aini, A.F., & Mustaqim, A. (2016). Dialektika Agama: Harmoni Dalam Jemaat Ahmadiyah (Resepsi Hermeneitis Jemaat Ahmadiyah Indonesia Manislor Kuningan Jawa Barat terhadap Ayat-ayat Jihad dan Perdamaian). Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 4(2),

Anggara, S. (2013). Teori Keadilan John Rawls: Kritik terhadap Demokrasi Liberal. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISPO), 1(Januari–Juni)

BBC Indonesia. (2024). Pemkab Kuningan larang acara Jalsah Salanah Ahmadiyah. Diakses pada 10 Desember 2024 dari https://www.bbc.com/indonesia/articles/c5ydrn945gdo

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Pasal 18.

Dzuhayatin, S.R. (2020). Plafon Kaca Gender di Indonesia: Manifestasi, Akar, dan Terobosan Teologis. Al-Jami'ah: Jurnal Studi Islam, 58(1), 209–240.

Fajar, M., & Ahmad, Y. (2019). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris (Cet. ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11/Munas VII/MUI/15/2005 tentang Aliran Ahmadiyah.

Gaffar, A. (2013). Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Dalam Perspektif Kekerasan Negara: Dua Kasus dari Surabaya Jawa Timur dan Lombok NTB. Jurnal Sosiologi Islam, 3(2), 31.

Hafni Sahir, S. (2021). Metode Penelitian. Yogyakarta: Ikapi.

Huda, A.F., & Muhajarah, K. (2024). Otoritas Haji dan Kebebasan Beragama: Studi Kasus Pelarangan Haji Jemaat Ahmadiyah. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 1954.

Waktu IDN. (2024). Ini alasan Pemkab Kuningan larang acara Jalsah Salanah Ahmadiyah. Diakses pada 10 Desember 2024 dari https://www.idntimes.com/news/indonesia/muhammad-ilman-nafian-2/ini-alasan-pemkab-kuningan-larang-acara-jalsah-salanah-ahmadiyah?page=all

Jamil Wahab, A., & Fakhruddin. (nd). Menakar Efektivitas SKB Tentang Ahmadiyah dan Faktor Penyebabnya: Studi Kasus Konflik Ahmadiyah di Desa Gereneng Lombok Timur. Jurnal Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 17, 444.

Joseph, S., & Castan, M. (2013). Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik: Kasus, Materi, dan Komentar (Edisi ke-3rd). Oxford: Pers Universitas Oxford.

Kementerian Hukum dan HAM. (2008). Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008; KEP-033/A/JA/6/2008; 199 Tahun 2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Komnas HAM. (2009). Komentar Umum Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik serta Hak Ekonomi Sosial dan Budaya. Jakarta: Komnas HAM.

Komnas HAM. (2020). Standar Norma dan Pengaturan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Diakses dari https://www.komnasham.go.id/ pada 19 Desember 2024.

KontraS. (2023). Penolakan Izin Pelaksanaan Ijtima Majlis Ansharullah JAI di Boyolali Bentuk Kesewenang-wenangan Negara. Diakses 2024 dari https://backup10juni.kontras.org/2023/11/06/ditolaknya-izin-pelaksanaan-pertemuan-tahunan-ijtima-majlis-ansharullah-jai-di-boyolali-merupakan-bentuk-kesewenang-wenangan-negara/

KontraS. (2025). Media Statement: Pembubaran Pertemuan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah di Kuningan. Diakses 31 Oktober 2025 dari https://kontras.org.

Kuningan.go.id. (2024). Kegiatan Jalsah Salanah JAI Resmi Dibatalkan. Diakses 25 Desember 2024 dari https://kuningankab.go.id/home/kegiatan-jalsah-salanah-jai-resmi-dibatalkan/.

Mudzakir, A. (2011). Minoritas Ahmadiyah di Indonesia. EDISI XXXVII, (2)

Oegrosoeno, A.H. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR). Jurnal Hukum Internasional Indonesia, 4(1), 171.

PPKN Kelompok 4. (n.d.). UUD 1945. Hlm. 7.

Rawls, J. (1971). Sebuah Teori Keadilan. Amerika Serikat: Harvard University Press.

Rifa'i, IJ (2016). Kebijakan Bupati Kuningan Nomor 451.7/Kep.58-Pem.Um/2004 tentang Pelarangan Kegiatan Ajaran Ahmadiyah di Kuningan Jawa Barat (Perspektif Siyasah Dusturiyah). Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga.

Rifa'i, IJ (2019). Tinjauan Siyasah Dusturiyah dalam Kebijakan Bupati Kuningan Nomor 451.7/Kep.58-Pem.Um/2004 Tentang Pelarangan Kegiatan Ajaran Ahmadiyah di Kuningan Jawa Barat. Jurnal Edu Hukum, 1(1)

Saefullah, C. (2016). Ahmadiyah: Perdebatan Teologis dan Masa Depan Dakwah. Jurnal ANIDA: Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, 15(2), 234–235.

Sejuk.org. (2017). Karena Ahmadiyah oleh Negara Dilarang Menikah. Diakses 14 Desember 2024 dari https://sejuk.org/2017/11/28/karena-ahmadiyah-oleh-negara-dilarang-menikah/.

Institut Setara. (2024). Diskriminasi JAI Manislor: Dari Masalah Kebebasan Beragama hingga Administrasi Kependudukan. Diakses 14 Desember 2024 dari https://elsaonline.com/diskriminasi-jai-manislor.

Syukur, A. (2017). Gerakan Dakwah Ahmadiyah (Studi Kasus Jamaah Ahmadiyah Indonesia Desa Manis Lor Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat). Jurnal Ilmu Dakwah, 15(2)

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 29 ayat (2).

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.




DOI: http://dx.doi.org/10.56444/jidh.v10i1.6926

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##



Jurnal Ilmiah Dunia Hukum indexed at:



Member of:



Visitors:

Tandai Penghitung

Mainkan slot online di STM88 untuk peluang menang lebih tinggi dan hadiah luar biasa! Dengan RTP terbaik, kemenangan besar sudah menunggu.